PollyStop
C1 · Stretch yourself 227 words · 3 min

Satu Kawah, Dua Warna

Polly finds an ancient volcanic crater holding two lakes side by side, one blue and one green, joined underneath by the same water and divided only by a narrow strip of land.

Illustration for Satu Kawah, Dua Warna

Before you read

Before you read

Listen to Polly read it
Indonesian voice

Dari ketinggian di atas pedalaman, Polly menatap ke bawah, ke satu kawah raksasa berusia lebih dari dua puluh dua ribu tahun, cukup luas untuk menampung sebuah kota kecil, dua danau, dan beberapa pertanian di dalam tepinya. Sejalur tanah tipis membelah bagian tengahnya, dan di kedua sisinya air berwarna sama sekali berbeda: danau yang satu biru pekat, yang lain hijau menyala, seolah ada orang yang menuang dua samudra berbeda ke dalam satu mangkuk.

Kedua danau itu sebenarnya tidak terpisah. Sebuah saluran sempit di bawah jembatan tanah menghubungkan keduanya, jadi...

Kedua danau itu sebenarnya tidak terpisah. Sebuah saluran sempit di bawah jembatan tanah menghubungkan keduanya, jadi airnya adalah satu tubuh yang sama. Yang berbeda adalah segala sesuatu di sekitarnya. Danau biru lebih dalam dan sekadar memantulkan langit terbuka, sementara danau hijau berada lebih dekat ke lereng yang penuh tumbuhan dan ganggang kecil, dan keduanya mewarnai airnya menjadi hijau pekat.

Polly terbang rendah menyusuri jembatan tanah yang memisahkan kedua warna itu, cukup dekat untuk melihat perahu nelay...

Polly terbang rendah menyusuri jembatan tanah yang memisahkan kedua warna itu, cukup dekat untuk melihat perahu nelayan beristirahat di satu tepi dan sapi merumput di perbukitan rendah di atas tepi yang lain. Kabut tebal bergulung datang dari samudra dan mengendap di dalam tepi kawah, menyembunyikan lebih dulu danau hijau, lalu yang biru, sampai hanya jembatan di antara keduanya yang masih terlihat.

Ia bertengger di tembok batu tua sebuah titik pandang dan menunggu kabut terangkat lagi, sama sekali tanpa terburu-bu...

Ia bertengger di tembok batu tua sebuah titik pandang dan menunggu kabut terangkat lagi, sama sekali tanpa terburu-buru. Ketika kabut akhirnya menipis, kedua danau muncul kembali sekaligus, biru dan hijau, persis di tempat ia meninggalkannya.

That's the story.

Your AI tutor

Now say it out loud. Talk about this story with Polly.

Polly is PollyStop's voice tutor. She talks with you about stories like this one, out loud.

Get PollyStop free.

  • A new graded story every day, with audio.
  • Save the words you meet and practise them later.
  • Speaking practice with feedback.
  • Polly, the voice tutor, is opening up to more learners.

Keep learning in PollyStop

Listen, save words, practise

Get the app