PollyStop
A2 · Getting started 141 words · 2 min

Cahaya Pertama di Desa

While the whole village sleeps, one window glows: the baker lights the oven so fresh bread will be ready by morning.

Illustration for Cahaya Pertama di Desa

Before you read

Before you read

Listen to Polly read it
Indonesian voice

Larut malam, desa gelap dan sunyi. Setiap rumah tertidur. Jalan-jalan kosong, dan jendela-jendela hitam. Tapi di satu jalan kecil ada satu cahaya. Cahaya itu dari jendela toko roti, satu-satunya tempat yang terjaga di seluruh desa yang tidur.

Jam tiga pagi, tukang roti sudah bekerja. Dia menyalakan oven besar dan memberi kayu sampai menyala. Tepung melayang ...

Jam tiga pagi, tukang roti sudah bekerja. Dia menyalakan oven besar dan memberi kayu sampai menyala. Tepung melayang di udara, dan uap naik saat roti pertama masuk. Bau hangat roti segar mulai memenuhi toko. Perlahan, aroma itu keluar dari pintu dan menyusuri jalan kosong, di mana belum ada yang bangun untuk merasakannya.

Jam enam pagi, desa mulai bangun. Orang-orang membuka mata karena bau roti hangat. Mereka berjalan ke toko roti, di m...

Jam enam pagi, desa mulai bangun. Orang-orang membuka mata karena bau roti hangat. Mereka berjalan ke toko roti, di mana lampu menyala sepanjang malam, dan mereka menemukan rak penuh roti segar. Tukang roti memberikan roti dengan mata lelah tapi bahagia. Malam panjangnya menjadi awal yang hangat dan lembut untuk hari semua orang.

That's the story.

Your AI tutor

Now say it out loud. Talk about this story with Polly.

Polly is PollyStop's voice tutor. She talks with you about stories like this one, out loud.

Get PollyStop free.

  • A new graded story every day, with audio.
  • Save the words you meet and practise them later.
  • Speaking practice with feedback.
  • Polly, the voice tutor, is opening up to more learners.

Keep learning in PollyStop

Listen, save words, practise

Get the app