PollyStop
C1 · Stretch yourself 240 words · 3 min

Dua Kebun Teh Terakhir di Eropa

Polly lands on a terraced hillside where one of only two working tea plantations left in Europe still uses century-old machines, born after disease wiped out the island's orange trees.

Illustration for Dua Kebun Teh Terakhir di Eropa

Before you read

Before you read

Listen to Polly read it
Indonesian voice

Di lereng hijau di atas pesisir utara, barisan semak teh yang terpangkas rapi turun ke arah laut dalam garis-garis panjang yang teratur, nyaris serapi gambar yang dibuat dengan penggaris. Polly hinggap di tembok batu rendah di tepi perkebunan dan memandangi salah satu dari hanya dua tempat tersisa di seluruh benua Eropa yang masih menanam teh secara komersial, dan satu-satunya yang terbuka untuk pengunjung.

Perkebunan ini dimulai pada tahun seribu delapan ratus delapan puluh tiga, setelah sebuah penyakit memusnahkan jeruk ...

Perkebunan ini dimulai pada tahun seribu delapan ratus delapan puluh tiga, setelah sebuah penyakit memusnahkan jeruk yang dahulu menjadi ekspor utama pulau. Sambil mencari tanaman lain yang bisa ditopang tanah vulkanik, seorang petani setempat mendatangkan semak teh beserta mesin Inggris yang dibuat untuk mengolahnya, dan keduanya nyaris tak pernah berhenti dipakai sejak saat itu, menjadikan tempat ini perkebunan teh tertua yang masih bekerja di Eropa, jauh melampaui yang lain.

Di dalam bangunan pabrik yang rendah, mesin besi berusia lebih dari seabad masih menggulung, memilah, dan mengeringka...

Di dalam bangunan pabrik yang rendah, mesin besi berusia lebih dari seabad masih menggulung, memilah, dan mengeringkan daun hampir persis seperti ketika mereka pertama kali tiba dengan kapal. Para pekerja tetap memetik pucuk termuda dengan tangan di sepanjang teras, sebab daun pucuk yang lembut menghasilkan teh terbaik, dan tidak ada satu pun di sini yang disemprot pestisida atau herbisida, aturan yang dipegang para petani sejak awal mula.

Polly berjalan menyusuri satu teras yang hangat, menyerempet barisan daun hijau mengilap yang beraroma samar rumput d...

Polly berjalan menyusuri satu teras yang hangat, menyerempet barisan daun hijau mengilap yang beraroma samar rumput dan hujan. Di suatu tempat di bawah lereng itu, lima generasi petani telah menjaga bukit ini tetap seperti seharusnya, satu panen cermat demi satu panen.

That's the story.

Your AI tutor

Now say it out loud. Talk about this story with Polly.

Polly is PollyStop's voice tutor. She talks with you about stories like this one, out loud.

Get PollyStop free.

  • A new graded story every day, with audio.
  • Save the words you meet and practise them later.
  • Speaking practice with feedback.
  • Polly, the voice tutor, is opening up to more learners.

Keep learning in PollyStop

Listen, save words, practise

Get the app